Sabtu, 23 Juni 2012

Pidato ku ttg Menjaga Lisan..


Assalamualaikum wr wb
Pertama2 marilah kita bersyukur kpd Allah swt yg telah memberi kesempatan kita untuk berkumpul disini. Kedua semoga salam tetap tercurahkan pada junjungan besar kita Rasulullah saw beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang masih istiqomah di jalannya, Amiiin..
Masyirol Muslimin dan Rohimah Kumullah
Pada kesempatan ini saya akan berpidato tentang menjaga lisan.
Ada sebuah surat, yaitu surat Al- Azhab surat ke- 33 ayat 70.
Yang artinya: “Wahai orang- orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al- Azhab[33]: 70)
            Nabi Muhammad saw termasuk orang yang sangat jarang berbicara, tetapi setiap kali berbicara bisa dipastikan kebenarannya. Setiap butir kata bagai untaian mutiara yang indah, berharga, berbobot, dan momumental. Bahkan bisa menembus, mengunggah, menghujam, dan memiliki daya ubah hingga menjadi kebaikan bagi siapa pun yang mendengarnya.
            Mulut kita ini seperti corong teko. Teko hanya akan mengeluarkan isi yang ada. Kalau di dalamnya air bersih, yang keluar bersih. Kalau didalamnya air kotor, yang di keluarkan pun kotoran.
 Karena itu bila kita ingin mengetahui derajat seseorang, lihatlah dari apa yang diucapkannya. Sebuah kitab  mengisyaratkan tentang derajat orang dilihat dari pembicaraannya.

Pertama, orang yang berkualitas. Cirinya, jika berbicara sarat dengan  hikmah, solusi, ide, gagasan, ilmu, atau zikir. Jika diajak berbicara apapun ujungnya slalu bermanfaat.
            Kedua, orang yang biasa2. Cirinya, sibuk menceritakan peristiwa, hampir segala peristiwa dikomentari. Tidak terlarang menceritakan peristiwa,  tapi renungkan lah apakah ada manfaatnya/ tidak.
Ketiga, orang yang rendahan. Cirinya, slalu mengeluh, mencela, atau menghina. Keempat, orang yang dangkal. Cirinya menyebut nyebut amal, jasa, dan kebaikannya. Orang seperti itu ibarat gelas kosong dari harga diri, ingin nya dihargai terus.
Bagaimana halnya orang yang bergossip? Bergossip sepertinya merupakan hal yang umum, padahal itu termasuk dosa besar dan tak akan diampuni Allah sebelum dimaafkan oleh orang yang di gossipi. Gosip adalah menceritakan kejelekan seseorang  yg bila mendengarnya akan sakit hati.
Demikian pidato yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Wabillah hi taufik walhidayah.
Wassalamualaikum wr wb
Ini lho pidato ku waktu Orasi dikasih tugas.. Gmn?

1 komentar: